Tolong Hargai Aku Mom !!!


Sebuah kisah menyedihkan baru saja ku lihat hari ini, ketika aku, suami dan anak2ku sedang cari2 buku di Sebuah toko buku ternama.

ketika aku sedang berkeliling mencari buku yang “ku cari”,  pandanganku terhenti pada seorang ibu dan seorang anak yang berdiri tidak jauh dari tempat aku berdiri. Tiba2, ada yang terjatuh dari baju yang ibu tadi pakai dan ternyata sebuah kancing baju….oh, ternyata kancing bajunya lepas. Tapi yang bikin aku kaget adalah reaksi sang ibu ketika kancingnya lepas dan terjatuh…. dia langsung memukul anak perempuannya (berusia sekitar 3 tahun lebih), tidak berhenti di situ, sang ibu langsung menjewer kuping anaknya….( dan aku yakin jewerannya sangat kuat karena kepala si anak sampai tertarik ke sebelah kiri). Dan setelah itu, keluarlah caci maki dari mulut sang ibu dengan suara yang lumayan keras membuat beberapa orang yang berada di dekatnya ( termasuk diriku) memperhatikan kejadian tersebut.

Perhatianku langsung tertuju pada si anak, oooo…. ternyata dia hanya bisa diam dengan genangan air mata yang berusaha di tahannya agar tidak jatuh, sambil tangannya mengusap lengan sebelah kiri yang tampak merah bekas di pukul sang ibu, sakit pasti…..
Dia hanya tertunduk mendengar semua caci maki yang keluar dari mulut sang ibu tanpa berani melawan, ataupun menatap wajah ibunya. Tak lama kemudian tampak tangannya mengusap-usap matanya….oh, ternyata dia menangis tapi tanpa suara…..sebuah tangis yang tertahan, khawatir kalau2 sang ibu bertambah marah dengan tangisannya.

Rasanya ingin sekali saat itu juga ku hampiri anak itu dan memeluknya, menciumnya sambil berkata, sabar sayang….maafkan ibumu ya….ingin sekali menghibur dan memberinya rasa nyaman….tapi langsung ku urungkan niatku dan langsung tersadar bahwa bukan saat yang tepat aku ikut campur dalam masalah ini, demi menjaga perasaan sang ibu. Tapi JUJUR pada saat itu aku merasa sedih sekali, aku sangat bisa merasakan kesakitan dan kesedihan yang di alami oleh anak perempuan mungil itu. Pasti dia merasa malu, sedih….tapi apa daya , dia hanya bisa menerima perlakuan kasar sang ibu dengan pasrah.  Tampak sekali kalau dia sudah terbiasa menerima perlakuan ini yang menandakan kejadian seperti ini sudah sangat SERING TERJADI dan dia sudah KEBAL!…kenapa aku katakan demikian? karena kalau anak yang tidak pernah mengalami seperti yang anak tadi alami, pasti si anak akan langsung bereaksi…. bisa dengan kata2 yang membela diri atau reaksi terkejut…. Tapi semua reaksi itu tidak tampak pada anak tadi…kepasrahanla h yang menunjukkan kalau dia sudah biasa di perlakukan demikian…. .

Oh ibu…..tahukah ibu kalau ibu sudah membuat “kerdil” harga diri anakmu bu? tahukah ibu kalau perlakuan ibu tadi telah membuat anakmu sangat malu dan berdampak buruk untuk kepribadiannya kelak? tahukah ibu, tanpa ibu sadari ibu telah mengubur pelan2 rasa Percaya Diri anakmu bu?…
Oh ibu…..dia hanyalah mahluk lemah yang telah Allah titipkan untukmu, untuk kau asuh dengan kelembutan, segenap kasih sayang, segenap cinta…..anakmu hanyalah mahluk lemah yang masih sangat membutuhkan pelajaran yang baik, keteladanan yang sempurna…. karena sesungguhnya seorang anak terlahir tanpa tau apa2….dengan keterbatasan dalam segala hal….tugas ibulah untuk membuatnya berkembang dengan baik seperti bunga yang mekar dengan sempurna….

pertanyaanku. ….pantaskah mahluk mungil tadi menerima pukulan yang menyakitkan tadi? karena aku yakin, jangankan pada tubuhnya yang kecil dan lemah tadi, kalau pukulan itu terjadi pada orang dewasa pun, pasti akan sangat sekali….pantaskah caci maki itu tertuju padanya?…karena copotnya kancing si ibu belum tentu karena si anak yang melakukannya, kalaupun memang benar, dia melakukannya tanpa di sengaja bukan?…… apalah arti sebutir kancing yang copot, di bandingkan dengan rusaknya kepribadian si anak yang berdampak pada keseluruhan hidupnya?

teringat kisah Rasulullah.. ..Satu kali Rasul duduk bersama sahabat. Tiba-tiba datang anak kecil kira-kira umur 2-3 tahun, anak ini duduk di pangkuan Rasul.
Tiba-tiba anak itu kencing. Kencing itu membasahi sorban,baju dan paha Rasul.
Betapa terkejut si ibu anak itu menyaksikan anaknya mengencingi Rasul yang sangat di muliakannya. Langsung anak itu di rebut dari pangkuan Rasul, di marahi dan bermacam-macam kata kasar terlontar dari bibir si ibu.
Rasul memanggil si ibu dan menasehatinya;”Ibu , kencing yg membasahi jubah, baju dan pahaku ini, sebentar di cuci dia akan bersih, tapi kata-kata kasar yg engkau ucapkan pada anak itu sampai tua tak pernah di lupakannya.

Ya Rasul….andaikan kami selalu bisa mengikuti keteladananmu, tanpa pernah khilaf, tanpa pernah lupa….pastilah selalu lahir generasi2 yang berjiwa besar….

Catatan untuk para Ibu, ternyata masih sangat minim ilmu kita dalam mendidik anak.
KATA SIAPA MENJADI IBU TIDAK PERLU BELAJAR?

Sumber : http://parentingclub.multiply.com/journal/item/1/tolong_hargai_aku_mom….jeritan_hati_seorang_anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: