Kisah Penjual Topi


Seorang penjual topi berjalan melintasi hutan. Karena cuaca panas, ia memutuskan beristirahat sejenak dibawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan disampingnya.


Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut. Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang.
Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet diatas pohon.  Ia mendongak keatas dan betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet, yang semuanya mengenakan topi-topinya.
Pen jual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sedang dibuat main- main oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garuk kepalanya.
Ternyata monyet-monyet itu menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya.  Ternyata monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama.
Aha..!  Ia pun mendapat ide..! Lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah.

Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya.  Ia pun melanjutkan perjalanannya. 

 

 

 ***
Lima puluh tahun kemudian, cucu dari sipenjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi juga dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet  itu dari kakeknya.

Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi  topi-topi dagangan di sampingnya.

Ketika terbangun iapun menyadari kalau monyet-monyet dipohon tersebut telah mengambil semua topi-topinya.  Ia pun teringat akan cerita kakeknya.  Ia mulai menggaruk-garuk kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya.
Ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu  masih menirukannya.
Nah, sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya.

Kemudian ia melempar topinya ke tanah.  Tapi kali ini ia yang terkejut, karena monyet-monyet itu tidak  menirukannya dan tetap memegangi topi-topi itu erat-erat.

Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu penjual topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata…

“Wooy, emangnya elo doank yg punya kakek???…. ..”
grrrrrrrr… .rrrrrrrr
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: